Senin, 11 Juli 2016

Pengamatan Asing Tentang Soeharto

Pengamatan Asing Tentang Soeharto

 Tanggal 8 Juni 2005 Soeharto merayakan ulang tahun ke-84. Meski di katakan sakit, ia masih tampak sehat. ia juga sempat melayat ketika salah seoorang mentinya pada masa orde baru, Radius  Pawiro, meninggalbeberapa waktu lalu.
Ditengah tuntutan untuk mengadili dan memaafkan Soeharto, mungkin timbul pertanyaan, bagaimana perayaan nya dalam sejarah Indonesia.
Setelah Soeharto berhenti sebagai presiden tahun 1998, arus sejarah cenderung menanggalkan atribut kebesaran yang telah di lekatkan dan disandangnya selama puluhan tahun. kehebatannya yang telah di filmkan dan di tulisdalam buku pelajaran sejarahdi sekolah kini di peranyakan. Bahkan ia pun dikaitkan dengan G30S, sebagai orang yang paling di untungkan dalam proses kudeta merangkak terhadap Presiden Soekarno. 
Sebab itu, ada baiknya menyimak pandangan pengamat asing tentang soeharto. tahun2001 terbit buku tentang biografi Soeharto yang di tulis oleh seorang akedimisi Australia.Bagaimana taggapan pengamat lain di berbagai negara tentang buku itu?dari perdebatan ini barangkali dapat menyimulkan sesuatu.


Tokoh penting Asia?
Buku Robert Edward elson, Soeharto, Political Biography, diterbitkan oleh Cambridge UP, Okteber 2001. Elson yang kini menjadi profesor di Griffth University, Brisbane, sebelumnya menulis disertasi Javanese peasant and the colonial sugar history : im pact and change in an east Java resiendency, 1830-1940 (Oxford UP, 1984 ). Tahun 1997 ia menerbitkan buku the end of the peasantry in Southeast Asia: a social and economic histroy of peasant livehood, 1800-1900 (Maxmillan). Entah mengapa ia tertarik kepada Presiden Soeharto, barangkali  karena Soeharto anak petani dan bergaya petani ketika berkuasa menurut Elson, Indonesia agaknya ingin melupa kan soeharto karya-karyanya, dan mengangap Orde Baru sebagai penyimpangan dalam perkembanagan sejarah negeri ini.sikap ini dapat dipahami, tetapi di anggapa Elson "dangkal".
padahal, "Soeharto merupakan tokoh amat penting selama abad ke-20 di Asia", tulis Elson. Secara bertahap, serba hati-hati dan terencana, ia telah membangun Indonesia yang sama sekali baru". Indonesia baru yang di ciptakan melalui tahap-tahap pembangunan berencana telah melahirkan kekuatan baru yang di inginkan "reformasi total".

Penilaian yang Berlawanan
Puji-pujian datang dari Australia dan Selandia Baru. John Monfries (Australia book review, Maret 2002 ) mengatakan karya Elson berkualitas tinggi. Menurut Monfries, Soeharto menjalankan due jenis ekonomi secara simultan, yaitu ekonomi pasar medern dan ekonomi non-budgeter (lewat jalan belakang, pencari rente dan seterusnya). Anehnya, sistem ini berjalan cukup lama dengan hasil spektakuler. Kelemahan Soeharto adalah tidak bisa membedakan antara keuntungan pribadi dan kepentingan umum. David Reeve dari University of  New South Wales beranggapan biografi Soeharto ini " mendalam, jelas, dan cerdas". Terlepas dari asal-usul Soeharto yang gelap, keberuntungan adalah salah satu kunci suksesnya. Tetapi, Soeharto juga memiliki kemampuan pribadi yang hebat serta penguasaan politik yang menghasilkan "pertumbuhan ekonomi luar biasa". Terlepas dari itu, Reeve berkesimpulan, Soeharto adalah pribadi yang sulit dipahami.
Robert Elson dalam wawancara dengan radio Australia ABC, 6 maret 2002, mengatakan, dari segi horizon intelektual, Soeharto termasuk manusia "satu dimensi". Ia tidak berusaha menemukan arah dari jalan baru dalam pengetahuannya, tetapi menengok kedalam dirinya atau berdasarkan pengalaman sendiri. Soeharto tidak kreatif, namun lihai dalam memanfaatkan kesempatan dan mengarahkan menjadi keuntungan. Namun, Soeharto seorang yang tak kenal ampun, musuh di buat tidak berkutik.
Di Selandia Baru, ada tinjauan buku amat panjang yang di  tulis Nicholas Taring, memuji karya Elson ini lebih "manusiawi" dan "jelas objektif".
Anthony L Smith dari Asia-Pasific Centerfor Security Studies, Honolulu, berpendapat biografi ini  dikerjakan serius bukan puja-puji seperti yang di tulis O.G. Reoder. Smith menyayangkan mengapa fokus pembicaraan hanya politik yang terjadi di jakarta, kurang membahas konflik di Aceh dan Papua misalnya.
kritik paling tajam di lontarkan dari Inggris oleh Peter Carey (Asian Affairs, Vol 1, Oktober 2002 )yang sulit menerima kesimpulan Elson "tidak usah di ragukan lagi bahwa warisan Soeharto adalah pertumbuhan ekoomi yang luar biasa yang di hasilkan pemerintahannya."
Demikian pula dengan pertanyaan "begitu besar yang telah dicapainya sehingga kerusakan kerena krisis keuangan 1997-1998 hanya sedikit berpengaruh kepada keseluruhan rekorya". Peter Carey berpendangan, jika diadakan survei ekonomi Indonesia erhadap lautan utang negara dan swasta, bangkutnya sstem perbankkan nasional dan korupsi yang sudah melembaga, maka penilaan di atas adalah sebaliknya.
Mski demikian, menurut Peter Carey, ada kesimpulan Elson yang yang Akurat seperti "ketika ia meninggalkan gelanggang, chaos membuat negeri ini terlihat sulit untuk di urus, semanagat orde baru tetap langgeng. "unuk mencapai tujuannya, negara melakukan kekerasan terhadap warga secara periodik dan sistematis". Itulah warisan Soeharto yang sesungguhnya.
Dari uraian itu tergambar betapa sulitnya menentukan peran kesejahteraan Soeharto sekarang. Ada penilaian yang bertolak belakang dikalangan pengamat asing. Barangkali titik temu baru akan tercapai satu dekade mendatang.





Daftar Pustaka
Elson, R.E., Soeharto, Sebuah Biografi Politik, Jakarta: Pustaka Minda Utama (alias Serambi), 2005.
Elson, R.E., The Idea of Indonesi, Sejarah Pemikiran dan Gagasan, Jakarta:Serambi, 2009.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar